Safety News : Perpres No. 7 Tahun 2019 Tentang Penyakit Akibat Kerja

Feb 22, 2019 0 Comments in News by

SN3

Pada 29 Januari 2019, telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019 yang menetapkan mengenai penyakit akibat kerja yang berhak mendapat kompensasi dari Jaminan Kecelakaan Kerja.  Dengan ditetapkannya peraturan ini, maka Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Penyakit akibat kerja yang dimaksudkan dalam peraturan diklasifikasikan menjadi 4 (empat), yaitu :

  1. Penyakit yang disebabkan dari pajanan faktor yang timbul dari aktivitas pekerjaan. Pajanan yang dimaksudkan yaitu melalui faktor kimia, faktor fisika, faktor biologi dan penyakit infeksi.
  2. Penyakit berdasarkan sistem organ. Meliputi dengan penyakit saluran pernafasan, penyakit kulit, gangguan otot dan kerangka, serta gangguan mental dan perilaku.
  3. Penyakit kanker akibat kerja. Meliputi penyakit kanker yang disebabkan oleh zat-zat yang telah ditetapkan.
  4. Penyakit spesifik lainnya. Merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau proses kerja dengan hubungan langsung terhadap paparan dan dibuktikan oleh metode ilmiah.

Apabila seorang pekerja terjangkit penyakit akibat kerja, pekerja harus mendapat surat keterangan dokter atau dokter spesialis yang berkompeten di bidang kesehatan kerja untuk mendapatkan kompensasi dari Jaminan Kecelakaan Kerja. Selanjutnya penyakit akibat kerja yang timbul, bisa mendapat kompensasi selambat-lambatnya 3 tahun setelah hubungan kerja berakhir.

Peraturan ini juga mengatur mengenai pencatatan dan pelaporan penyakit akibat kerja. Pencatatan dan pelaporan ini dilakukan oleh pemberi kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, dan instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan. Pencatatan dan pelaporan yang tertulis pada peraturan, bertujuan untuk kepentingan pendataan secara nasional.

REFERENSI

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019, dilihat melalui https://www.hukumonline.com/pusatdata/download/lt5c62826dba492/node/lt5c6280db02a31 pada Senin, 18 Februari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *