Kajian OSH: Waspada Klaster Pabrik Mengintai Pekerja

Jan 29, 2021 0 Comments in News by

Kaosh1

Di awal tahun 2020 ini, dunia dikagetkan dengan kejadian Covid-19 dengan penyebab yang belum diketahui, yang berawal dari laporan dari Tiongkok kepada World Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berasal dari suatu wilayah Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Tidak hanya di Tiongkok saja, ternyata virus ini cepat menyebar hingga ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Kejadian munculnya pandemi Virus Corona atau Covid-19 mampu melumpuhkan aktivitas semua kalangan masyarakat yang dilakukan di luar rumah. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas. Masa pandemi Covid-19 tidak bisa dikendalikan secara cepat sehingga membutuhkan penatalaksanaan yang begitu tepat baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pandemi sangat berdampak terhadap semua sektor kehidupan. Salah satunya di sektor ketenagakerjaan. Dimana, ditemukan penyebaran Covid-19 (Virus Corona) di klaster pabrik dan klaster keluarga buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat sekurang-kurangnya puluhan ribu kasus infeksi Corona berasal dari kalangan buruh pabrik.

Kasus Terkonfirmasi

  1. 88 buruh pabrik spareparts mobil di Karawang terpapar Covid-19 pada Agustus 2020
  2. Dari pabrik pengolahan udang Situbondo, 149 pekerja pabrik terpapar Covid-19
  3. 1.197 Kasus positif Covid-19 di klaster Pabrik Epson, pada Oktober 2020
  4. 8 kasus positif di PT Tokai Depok, Desember 2020
  5. 77 karyawan pabrik positif Covid-19 berdasarkan hasil swab massal di Kab. Bekasi, Desember 2020
  6. Hingga 22 September 2020, jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Kab. Bekasi menembus 2000 kasus
  7. Hingga September 2020, sebanyak 423 karyawan di 5 pabrik industri di Kabupaten Bekasi terpapar Covid-19

Tentunya, masih banyak berita yang bertebaran mengenai paparan Covid-19 di pabrik. Angka-angka di atas pun masih dapat bertambah seiring berjalannya waktu.

Penyebab Maraknya Kasus Positif Covid-19 Klaster Pabrik

  1. Penyebaran di luar pabrik, baik terjadi di transportasi, atau tempat tinggal pekerja.
  2. Menurunya kesadaran dan kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan khususnya di area pabrik.
  3. Banyaknya penderita Covid-19 yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala).
  4. Belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas terkait penerimaan tamu pada masa Pandemi Covid-19 di sejumlah pabrik.

7 Strategi Kementerian Ketengagakerjaan RI atasi  Covid Klaster Pabrik

  1. Pencegahan Covid-19 di perusahan dan tempat kerja
  2. Penyusunan pedoman perencanaan keberlangsungan usaha
  3. Penyusunan panduan kembali bekerja
  4. Perlindungan pekerja melalui Jaminan Kecelakaan Pekerja (JKK)
  5. Peningkatan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan
  6. Peningkatan kolaborasi dengan stakeholder
  7. Sosialisasi melalui posko K3 Corona, portal sistem pelayanan K3 (Teman K3) serta melalui media sosial.

Langkah Waspada Covid-19 Klaster Pabrik

  1. Melakukan pengecekan suhu tubuh pada pekerja dan tamu di setiap pintu masuk kantor. Apabila suhu di atas 38ºC atau tampak sedang sakit maka tidak diberikan akses memasuki gedung.
  2. Apabila ditemukan jumlah pekerja dengan suhu badan di atas 38ºC atau memiliki gejala sakit, segera laporkan temuan tersebut kepada petugas K3 untuk dilanjutkan kepada Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat
  3. Menyediakan sarana sanitasi yang baik dengan menyediakan air bersih dan sabun atau handsanitizer di berbagai lokasi yang strategis di tempat kerja
  4. Melakukan pembersihan secara berkala menggunakan disinfektan pada gagang pintu, pegangan pada tangga, mesin absensi, serta benda lainnya yang sering dipegang oleh banyak orang
  5. Menyediakan masker dan  handsanitizer secara gratis untuk pekerja
  6. Mengedukasi seluruh pekerja untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  7. Memasang pesan-pesan kesehatan di tempat strategis
  8. Melaksanakan hierarki pengendalian
  9. Melakukan pemantauan dan pengawasan secara proaktif pada seluruh pekerja untuk mendeteksi secara dini gejala Covid-19 pada pekerja
  10. Jika pekerjaan memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah, maka sebaiknya menerapkan protokol Work From Home (bekerja dari rumah) untuk meminimalisir risiko penularan pada pekerja
  11. Kewajiban pelaporan bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri yang memiliki izin operasional dan mobilitas kegiatan industri. Pelaporan wajib dilakukan dalam kurun waktu tertentu dan kontinyu.
  12. Memastikan jarak minimal yang diperlukan (social/physical distancing) antar pekerja dan tidak berkelompok saat bekerja dan beristirahat.
  13. Menyediakan supplement dan makanan bergizi untuk seluruh karyawan
  14. Menyiapkan panduan bagi pekerja mulai dari keluar tempat tinggal sampau kembali ke tempat tinggal

 

 

Sumber:

Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01 / MENKES / 216 / 2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan COVID-19 Di Tempat Kerja

Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020

Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 8 Tahun 2020

https://www.liputan6.com/news/read/4429152/77-karyawan-pabrik-di-bekasi-positif-covid-19-usai-tes-usap-massal-tahap-pertama

https://www.kompas.tv/article/110495/tembus-2-000-kasus-46-perusahaan-di-bekasi-jadi-klaster-industri-penularan-corona

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/01/09091811/423-karyawan-di-5-pabrik-kabupaten-bekasi-positif-covid-19-berikut?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *