KAJIAN OSH : KECELAKAAN KERJA DI INDONESIA

Mar 26, 2021 0 Comments in News by

WhatsApp Image 2021-03-25 at 19.50.56

KECELAKAAN KERJA DI INDONESIA

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda (Permenaker No. 03/MEN/1998). Sedangkan definisi kecelakaan kerja menurut OHSAS 18001:2007 adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan cidera atau kesakitan (tergantung dari keparahannya) kejadian kematian atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian. Pengertian lain kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan cidera, kesakitan, kerusakan atau kerugian lainnya (Standar AS/NZS 4801:2001).

Kasus kecelakaan kerja di Indonesia saat masih tinggi. Berdasarkan data Badan   Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan:

Screenshot (265)
Tahun 2016, jumlah kecelakaan kerja sebanyak 101.368 kasus dengan jumlah klaim mencapai Rp 833.44 miliar. Tahun 2017 sebanyak 123.041 kasus dengan total klaim Rp 971,62 miliar. Kemudian, di tahun 2018 sebanyak 173.415 kasus dengan total klaim Rp 1,22 triliun. Hingga akhir September 2019 total sebanyak 114.00 kasus dengan klaim Rp 1,09 triliun. Dan pada data kasus terakhir per tahun 2020 mencapai 177.000 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Tinggi dan rendahnya KAK di Indonesia adalah bagaimana tempat kerja berkomitmen untuk menerapkan SMK3.

Kasus Kecelakaan Kerja di Indonesia

  1. Karyawan Pabrik di Gresik Tewas Tertimbun Serbuk Kayu

Pada Januari 2021, seorang pekerja PT Hexamitra Gresik berusia 40 tahun tewas setelah tertimbun serbuk kayu di atas conveyor.

  1. Pekerja PLTU 3-4 Nagan Raya Tewas Tertimpa Besi Pemasang Paku Bumi

Pada Maret 2021, terjadi kecelakaan kerja dimana seorang pekerja PLTU 3-4 Nagan Raya, Aceh tertimpa besi pemasang paku bumi. Kejadian bermula saat korban berteduh di samping paku bumi yang sudah terpasang dan berjarak lima mater dengan mesin pemasang paku bumi yang sedang bekerja. Kemudian, besi di bagian mesin tersebut terjatuh dan menimpa bagian kepala dan mengani helm yang dipakai korban.

  1. Crane Terguling dan Timpa Proyek PT Mitsubishi

Kecelakaan kerja terjadi di proyek milik PT Mitsubishi Chemical Pet Film Indonesia (MFI) di Kota Cilegon. Crane terjatuh ke proyek yang tengah dikerjakan PT Taisei Pulau Intan. Kecelakaan kerja ini diduga terjadi karena crane kelebihan muatan.

  1. Tiga Pekerja Konstruksi Tersengat Listrik Saat Bangun Ruko di Blitar

Pada November 2020, tiga pekerja konstruksi yang sedang membangun ruko di Blitar tersengat arus listrik tegangan tinggi.

  1. Pekerja Tewas Saat Terjadi Kecelakaan Kerja di Galangan Kapal Batam

Pada Selasa, 16 Maret 2021, terjadi kecelakaan kerja di sebuah perusahaan galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam dan menewaskan seorang pekerja tewas setelah terpeleset saat berjalan di pinggiran atas kapal ke dasar dok dengan tinggi 25 meter dan berlapis beton. Korban menderita patah kaki dan tangan. Selain itu kepalanya juga berdarah akibat benturan keras tersebut.

Kecelakaan   kerja   terjadi akibat rendahnya pengawasan dan pelaksanaan K3 di tempat kerja, untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan kerja diperlukan peningkatan kesadaran pada pekerja tentang pencegahan kejadian kecelakaaan kerja dengan menerapkan prinsip K3. Dengan semakin banyaknya penggunaan alat-alat kerja  yang  canggih, walaupun telah dilengkapi dengan sistem keamanan, resiko kecelakaan tetap semakin besar.

Kecelakaan kerja dapat menimbulkan kerugian material berupa korban jiwa serta gangguan kesehatan bagi pekerja, bagi perusahaan Kecelakaan kerja dapat menurunkan proses produksi, selain itu Kecelakaan kerja dapat merusak lingkungan yang dapat merugikan masyarakat.

Salah satu regulasinya yang mengatur tentang Jaminan Kecelakaan Kerja yaitu Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2019 bahwa pada pasal 25 ayat 1 disebutkan bahwa setiap pekerja yang mengalami Kecelakaan Kerja berhak mendaptkan Jaminan Kecelakaan Kerja. Regulasi tentang Jaminan Kecelakaan Kerja diperkuat dalam ILO No. 102 Tahun 1952 pada bagian VI tentang Tunjangan Kecelakaan Kerja dijelaskan bahwa setiap terjadinya kecelakaan kerja maka harus diberikan tunjangan. Pada pasal 37 dijelaskan bahwa setiap tenaga kerja yang telah bekerja di wilayah Negara Anggota pada waktu terjadinya kecelakaan apabila cideranya diakibatkan oleh penyakit harus dilindungi. Selain tunjungan yang kepada pekerjanya dijelaskan juga pada pasal 38 setiap keluarga korban juga diberikan tunjangan.

Dikondisi pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Repiblik Indonesia No : M/8/Hk.04/V/2020. Dengan adanya pademi seperti sekarang ini berdampak buruk karena banyak tenaga kerja yang terdampak Covid-19 maka dikeluarkanlah surat edaran ini. Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa tenaga kerja yang berhak mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja meliputi Tenaga medis dan tenaga kesehatan, tenaga pendukung kesehatan, dan tim relawan.


Referensi:

Permenaker No. 03/MEN/1998

OHSAS 18001:2007

Standar AS/NZS 4801:2001

Badan   Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan

http://proceeding.uim.ac.id/index.php/senias/article/view/296/267

https://www.ayojakarta.com/read/2020/01/13/10820/kasus-kecelakaan-kerja-di-indonesia-terus-meningkat

https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01305451/kecelakaan-kerja-2018-mencapai-173105-kasus

https://www.kajianpustaka.com/2017/12/pengertian-jenis-penyebab-pencegahan-kecelakaan-kerja.html

Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2019 tentang Penyelenggaran Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian

ILO No. 102 Tahun 1952 mengenai Standar Minimal Jaminan Sosial

Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Repiblik Indonesia No : M/8/Hk.04/V/2020 tentang Perlindingan Pekerjaan/ Buruh Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja pada Kasus Penyakit Akibat Kerja karena Corona Virus 2019



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *