FIRST AID DAN FIRE FIGHTING TRAINING SEBAGAI BEKAL CALON AHLI K3

Apr 16, 2018 0 Comments in Event by
FIRST AID DAN FIRE FIGHTING TRAINING SEBAGAI BEKAL CALON AHLI K3

Pada tanggal 14 – 15 April 2018, dilaksanakan serangkaian training berupa First Aid dan Fire Fighting Training. Kegiatan ini ditujukkan sebagai bekal dan pengembangan skill bagi mahasiswa peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Kegiatan serangkaian training ini diawali dengan First Aid Training pada hari Sabtu, 14 April 2018. Pada pukul 07.30 WIB kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Bagian K3, Bapak Bina Kurniawan serta perwakilan dari PMI Wilayah Jawa Tengah. Menginjak kegiatan selanjutnya, dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk mendatangi pos-pos First Aid yang berlokasi menyebar di Kampus FKM secara bergantian. Pos-pos tersebut diantaranya: 1) Pos luka bakar; 2) Pos bantuan hidup dasar; 3) Pos cidera jaringan lunak (luka); 4) Pos cidera alat gerak serta 5) Pos evakuasi, dan triage. Pada setiap pos, materi disampaikan dengan sangat apik oleh tentor-tentor dari PMI Wilayah Jawa Tengah sehingga mahasiswa terlihat begitu antusias. Tidak hanya berkutat seputar teori, namun disetiap pos mahasiswa diwajibkan untuk langsung melakukan uji coba (praktik) sehingga dapat memahami materi dengan seutuhnya.

FA_4

FA_2

Sampai pada puncak kegiatan yaitu dilaksanakannya simulasi dimana peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok memainkan peran sebagai korban yang kemudian diarahkan untuk menempati lokasi-lokasi tertentu. Sedangkan kelompok lainnya, memainkan peran sebagai tim penolong dimana setiap anggotanya mempunyai jobdesk yang berbeda-beda yaitu commander, tim triage, tim evakuator, tim safety officer, tim logistik, tim penyelamat dokumen serta tim pendata korban. Simulasi dimulai setelah dibacakan sebuah narasi kondisi kegawat daruratan oleh panitia. Dalam simulasi ini, tim penolong harus mampu mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan pertama melalui ilmu-ilmu pertolongan pertama yang sudah diberikan sebelumnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Setelah sesi simulasi dilaksanakan bergantian antara dua kelompok, kegiatan First Aid Training ini pun ditutup dengan evaluasi dan foto bersama. Training ini berakhir pada pukul 17.30

FA_3

Pada hari kedua, dilaksanakan kegiatan Fire Fighting Rescue. Kali ini peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja  (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 15 April 2018 ini dimulai pada pukul 08.00 yang diawali dengan sambutan dari Kepala Bagian K3 serta perwakilan dari Damkar Kota Semarang.

Kegiatan selanjutnya adalah penyampaian materi seputar kebakaran yaitu, pengertian api dan kebakaran, cara menanganinya, serta beberapa tips untuk mematikan api kecil. Pada sesi ini pula, mahasiswa K3 berkesempatan untuk mempraktikkan cara memadamkan api kecil yang didampingi dengan tentor-tentor dari Damkar. Selain itu kami juga diberikan ilmu mengenai teknik-teknik evakuasi pada bencana kebaran seperti cara membopong korban, meggendong korban, menarik korban, cara melindungi alat pernapasan dari asap dengan cara tradisional dan lain sebagainya.

Pada sesi selanjutnya, peserta diajarkan beberapa teknik memadamkan api dari yang paling sederhana hingga yang kompleks, diantaranya yaitu teknik menggunakan APAT (Alat Pemadam Api Tradisional), APAR (Alat Pemadam Api Ringan), serta hydrant. Pada mulanya. tentor dari Damkar memberikan penjelasan singkat mengenai bagian-bagian APAT, APAR dan hydrant, setelah itu peserta diberikan contoh dalam memadamkan api menggunakan alat-alat tersebut untuk kemudian dipraktikkan oleh masing-masing peserta. Dalam praktik menggunakan APAT, APAR dan hydrant target api yang harus peserta padamkan adalah api sungguhan dengan nyala yang cukup besar, sehingga disini tentor sangat menekankan peserta untuk memperhatikan segala teknik yang telah diberikan. Peserta terlihat paling antusias ketika praktik menggunakan hydrant dimana peserta dibagi menjadi 3 regu untuk mengoperasikan 1 buah hydrant pada masing-masing regunya. Pada praktik penggunaan hydrant, target api yang harus dipadamkan jauh lebih besar daripada sebelumnya, untuk itu dibutuhkan koordinasi yang sangat baik dari tiap-tiap regu melalui pimpinan seorang commander. Peserta memasang wajah puas saat target api berhasil dipadamkan.

FFRT_4

FFRT_3

FFRT_2

Setelah praktik memadamkan api dengan hydrant, peserta diberikan simulasi sebagai puncak kegiatan Fire Fighting Rescue Training. Simulasi ini tidak berbeda jauh dengan simulasi pada First Aid Training dimana peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk memainkan peran sebagai korban dan penolong. Yang berbeda disini adalah kasus atau kondisi kegawat daruratan yang dihadapi, tentunya berkaitan dengan api yaitu sebuah kasus ledakan pada gedung. Selesai simulasi, kegiatan Fire Fighting Rescue Training ditutup dengan evaluasi serta foto bersama Damkar Kota Semarang.

FFRT_1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *