#CeritaAnakMagang – Membangun Budaya K3 di Perusahaan

Oct 4, 2016 0 Comments in News by
#CeritaAnakMagang – Membangun Budaya K3 di Perusahaan

Kimia Farma (Persero) Tbk adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Pabrik ini terletak di kawasan industri Pulogadung mulai dioperasikan pada tahun 1982 sampai saat ini dengan nama PT. Kimia Farma (Persero) Tbk, Plant Jakarta.

Kimia Farma (Persero) Tbk, Plant Jakarta memproduksi obat-obatan untuk keperluan obat generik berlogo dan obat bukan generik berlogo/produk rutin, yang terdiri dari : obat ethical, OTC, narkotik, dan lisensi. Jenis sediaan yang diproduksi di PT. Kimia Farma (Persero) Tbk, Plant Jakarta meliputi produk betalaktam (tablet, kapsul, dan sirup kering), produk non betalaktam (tablet, granul, kapsul, sirup kering, sirup/suspensi, krim dan injeksi), dan produk antiretroviral (tablet dan kapsul). Perusahaan ini termasuk sektor manufaktur yang bergerak dibidang obat-obatan, dimana dalam setiap proses produksinya tidak lepas dari bahaya yang dapat diakibatkan oleh mesin-mesin produksi, alat angkat dan angkut, lingkungan kerja yang panas atau dingin, kondisi tempat kerja dan lingkungan kerja serta faktor pendukung lainnya dapat menimbulkan bahaya dan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. PT. Kimia Farma Plant Jakarta sudah bersertifikasi ISO 9001, CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), dan yang terbaru adalah SMK3 dengan bendera emas di tahun 2015.

Selain itu, PT. Kimia Farma pun sedang melakukan renovasi proyek HVAC dengan kontraktor dari PT. Deltamas. Hal ini lah yang membuat saya tertarik untuk magang di perusahaan ini karena tidak hanya mempelajari sektor manufaktur tetapi juga bisa mempelajari sektor konstruksi.

Selama magang, saya ditemani partner terbaik saya yaitu Alberto Asali yang selalu setia melewati suka dan duka selama proses magang berlangsung. Dia adalah teman berbagi cerita dan teman untuk bertukar pendapat serta pikiran selama keberjalanan program.

Kami memulai magang tanggal 20 Juni-29 Juli 2016, dimana kami ditempatkan di satu ruangan bersama bagian K3L. Bagian K3L sendiri terdiri dari Asisten Manajer K3L, Supervisor K3, Supervisor Lingkungan, tiga orang pelaksana K3, tiga orang pelaksana lingkungan dan admin.

Hal pertama yang kami lakukan ditempat magang adalah observasi lapangan ke setiap bagian proses pekerjaan, mulai dari  produksi I, produksi II, gudang pengemasan, bagian ARV, laundry hingga ke pengenalan limbah betalaktam, non betalaktam dan refampicine serta ke renovasi proyek HVAC untuk mengetahui segala proses kegiatan pekerjaan dan potensi bahaya yang ada dan selanjutnya bisa dianalisis.

Hal rutin yang kami lakukan selama magang diantaranya :

  1. Safety Patrol
  2. Safety Inspection
  3. Pengukuran Kebisingan
  4. Pengukuran Pencahayaan
  5. Pengukuran Suhu
  6. Pengukuran Kelembaban
  7. Pemeriksaan APAR
  8. Safety Morning pada pekerja konstruksi

134075

Ketika kami sedang melakukan safety inspection ke bagian penimbangan, ada seorang bapak tua mengeluh mengenai wadah timbangan yang terlalu sempit untuk mengangkut timbangan seberat 20 kg. Beliau kesulitan untuk melakukan teknik angkat-angkut yang benar serta mengeluh desain wadah timbangan yang tidak sesuai. Kemudian kami menjelaskan teknik manual handling yang tepat dan memperagakan serta merekomendasikan desain baru yang sesuai supaya nyaman untuk digunakan.

Selanjutnya kami juga berdiskusi dengan Asisten Manajer K3L, beliau meminta masukan dan saran terbaik kami mengenai cara mengatasi pekerja yang kurang produktif dan menghindari kecelakaan kerja tanpa mengurangi hari kerja. Kemudian kami menyarankan untuk mengatasi hal itu dengan melakukan pengukuran beban kerja fisik dan mental pada masing-masing pekerja. Dimana setelah kita menganalisis dan mengetahui apa yang membuat pekerja kurang produktif dan kelelahan akibat dari pekerjaannya, bisa kita antisipasi dan memberikan solusi terbaik supaya produksi tetap berjalan dan pekerja pun aman dan nyaman melakukan pekerjaaannya.

134080

Di sisa akhir magang kami berpikir bagaimana menghubungkan budaya perusahaan di Kimia Farma dengan SMK3 mengingat PT. Kimia Farma mempunyai budaya perusahaan sendiri yaitu I CARE dengan roh perusahaan 5 AS. Kami berdiskusi panjang dengan bagian I CARE bahwa budaya perusahaan harus berjalan selaras dengan SMK3. Dari situ kami mulai menganalisis isi dan nilai dari I CARE sendiri dan dihubungkan satu persatu dengan SMK3 yang terdiri dari 166 klausul. Pada akhirnya kami bisa menghubungkannya. Jadi di dalam budaya perusahaan PT. Kimia Farma terdapat guidance do and don’t dimana isinya mengenai apa saja yang boleh dilakukan oleh pekerja dan tidak boleh dilakukan oleh pekerja. Nah, dari situ kita harus memasukkan unsur K3 didalamnya supaya bisa menjadi acuan dan rekomendasi baru agar pekerja pun bisa berbudaya K3 dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Namun kami hanya bisa merekomendasikan apa yang harus perusahaan kembangkan dengan persetujan dari atasan. Memang ini tidak mudah, tetapi setidaknya kami sudah memberikan masukan positif yang nantinya bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk keberlangsungan budaya perusahaan di PT. Kimia Farma (Persero) Tbk, Plant Jakarta. (M. D. Habibie)

134082

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *