Alumni Punya Cerita: Verlina Intan Wulandari, S.KM

Apr 14, 2019 0 Comments in News by

APC

Hallo guys, kembali lagi dengan Alumni Punya Cerita nih. Cerita kali ini berasal dari Kak Verlina Intan Wulandari atau yang lebih akrab di panggil Kak Verlina. Kak Verlina lahir di Bojonegoro, 19 Oktober 1996. Siapa yang tidak kenal dengan kakak yang satu ini. Kakak yang lulus paling cepat di angkatannya, keren kan guys. Kak Verlina merupakan angkatan OSH 2017 dan angkatan  FKM 2014. Hampir satu tahun Kak Verlina bekerja di PT. Indonesian Marine sebagai HSE Officer. Perusahaan ini bergerak dibidang Engineering, Manufacturing, Construction Boiler. Tahun 2019 ini perusahaan fokus pada pemanfaatan tenaga listrik yang berkelanjutan. Salah satu projectnya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang Bekasi. Di departemen QEHS, Kak Verlina diamanahi sebagai Sekretaris P2K3 dimana setiap 3 bulan wajib membuat laporan P2K3 kepada Disnaker dan menyelenggarakan HSE Committee Meeting.  Kak Verlina juga belajar mengenai Quality Control (QC), dimana tugas QC tersebut memastikan produk baik sebelum, selama dan setelah proses produksi memperoleh standar kualitas yang diperlukan. Ada beberapa hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya diperkuliahan seperti pengukuran ketebalan material besi dengan alat ultrasonic thickness gauge, melakukan liquid penetrant test untuk mengetahui apakah ada keretakan, berlubang atau kebocoran pada material yang sudah dilas, dan hydrostatic test yaitu pengujian dengan tekanan tertentu menggunakan air untuk mengetahui kekuatan suatu material serta apakah terdapat kebocoran atau tidak pada material yang telah disambungkan dengan sistem pengelasan.

Pada dasarnya, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sistem kerjanya sama seperti boiler. Hanya saja bahan bakarnya sampah yang outputnya menghasilkan listrik. Semua jenis sampah dibakar kecuali kaca dan besi. Karena bahan bakarnya sampah, pastinya asap hasil pembakaran cukup berbahaya makanya ada treatment khusus untuk asapnya. Saat ini Kak Verlina ditempatkan di Fabrikasi. Fabrikasi logam adalah suatu proses produksi logam yang meliputi pembuatan desain, pemotongan, pembentukan, penyambungan, dan perakitan. Menurut Kak Verlina, pengalaman menarik selama dia bekerja adalah peran seorang HSE Officer perempuan juga tidak kalah dengan laki-laki.

“Dikantorku cuma ada 7 perempuan, dan pekerja laki-laki hampir 150. Nah 6 orang perempuannya jarang ke lapangan karena memang bagian HRD, PPC, dan logistik. Cuma aku doang yang sering ke lapangan karena harus toolbox meeting, safety patrol dan inspeksi setiap pagi hari” tutur Kak Verlina.

Dari cerita Kak Verlina, peran wanita memang seharusnya tidak kalah dengan laki-laki. Wanita juga bisa mengambil peran di lapangan. Sebagai wanita harus kuat, assertive, dan harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pekerja dilapangan agar lebih mudah melakukan intervensi. Namun, dalam hal ini tetap diperlukan team work yang solid dan saling support.

Saat mulai bekerja, Kak Verlina dengan Timnya melakukan set up sistem ISO 14001 dari awal sampai mendapat sertifikat, belajar bagaimana cara mengelola HSE di site project, paham cara inspeksi alat-alat produksi, berusaha mengubah perilaku karyawan dalam pemisahan sampah, dan menjadi trainer dalam HSE Internal Training. Awal tahun 2019, Kak Verlina mendapatkan sertifikat ISO 19011:2018 yaitu training mengenai panduan audit sistem manajemen. Jadi, Kak Verlina juga bisa melakukan audit internal OHSAS 18001, ISO 14001, ISO 9001. Keren gak tuh guys!

Ada beberapa tips untuk kita bisa menjalin hubungan yang baik antara atasan dan bawahan yaitu sering komunikasi dengan atasan, rutin meeting internal dengan departemen, mengadakan diskusi untuk sharing ilmu dan pengalaman, serta terbukalah jika ada permasalahan saat bekerja. Bagaimanapun atasan diibaratkan sebagai bapak/ibu kita yang lebih berpengalaman, pasti akan ada saran dan jalan keluar yang diberikan. Selain itu, membangun kerjasama dan hubungan yang baik dengan rekan kerja di kantor dan di lapangan juga sangat penting. Bukan hanya perihal kelancaran kerjaan di kantor, tapi aspek kekeluargaanlah yang sangat dibutuhkan bagi pekerja.

“Mereka baik-baik bangeeet. Saya disini udah dianggap seperti anak sendiri/keluarganya”. Imbuh Kak Verlina.

Hal yang mungkin harus dipersiapkan untuk pemula di dunia kerja antara lain selalu belajar hal baru, mau berkembang dan jangan cepat puas dengan sebuah pencapaian, terbuka dengan kritik dan saran yang bersifat membangun, belajar lebih banyak mendengarkan sebelum menyimpulkan, kontribusi maksimal dan berikan inovasi yang baru untuk perusahaan. Selain itu, mungkin di tempat kerja akan menemui orang yang belum aware dengan safety, maka kemaslah aspek safety ini menjadi sesuatu yang tidak saklek dan menyenangkan versi kamu.

Untuk bekal adik – adik yang akan magang, pelajari dan sharing sebanyak – banyaknya masalah sistem di perusahanan tempat magang. Mengenai implementasi SMK3, OHSAS 18001 / ISO 45001, ISO 14001, dan sistem yang lainnya. Jangan lupa untuk belajar teknis di lapangannya seperti apa, karena ketika di dunia kerja itu juga sangat penting. Jika sistem secara dokumen/peraturan dan teknis di lapangan sudah dikuasai, kita bisa melakukan evaluasi keberjalanan sistem di perusahaan tersebut.

Ada tips dan trick nih guys dari pengalaman Kak Verlina untuk bisa lulus cepat dengan sistem sks yang paketan seperti di FKM.

Pertama, ketika masuk semester 7 sering – seringlah main ke perpustakaan untuk baca skripsi kakak tingkat dan penelitian sebelumnya supaya punya gambaran mau ambil tema skripsi apa dan memperkirakan dapat dosen pembimbing siapa. Kedua, pilihlah tema skripsi yang kalian sukai dan buatlah alternatif judul penelitian. Ketika mengerjakan skripsi pasti ada stuck time, nah ketika kalian suka dengan tema itu maka sesulit apapun kendalanya akan bisa memotivasi diri sendiri. Ketiga, pilihlah jenis penelitian yang kalian kuasai. Bisa kuantitatif atau kualitatif. Kalo kalian tidak menguasai spss atau tidak suka hitungan, disarankan pakai kualitatif. Keempat, ikut KKN Tematik semester 6. Ketika teman – teman satu angkatan melaksanakan KKN Reguler, saya sudah mulai bimbingan skripsi yang terasa seperti bimbingan privat karena tidak perlu antri hehe. Kelima, segera mengerjakan revisi. Jangan sering menunda karena kebanyakan menunda akan cepat lupa. Jadi, ketika bimbingan skripsi benar – benar ditanyakan apa yang belum paham, tulis list yang di revisi, dan setelah 3 hari serahkan revisi itu ke dosen pembimbing lagi. Keenam, carilah partner untuk mengerjakan skripsi biar bisa saling memotivasi. Ketujuh, perbanyak sharing dengan kakak tingkat ataupun narasumber yang menunjang penelitian kalian untuk mempermudah mendapat literatur maupun informasi lainnya yang berkaitan. Kedelapan, kurangi jam tidur dan jam nongkrong untuk membaca referensi buku ataupun jurnal online.  Kesembilan, tetap jaga kesehatan dan jangan sampai drop karena penelitian juga menguras banyak tenaga. Kesepuluh, yang terakhir tapi paling utama yaitu minta doa kepada orang tua, teman, dan para responden agar penelitian bisa berjalan dengan lancar dan cepat kelar hehe. Lalu, selain kesepuluh tips ini sebenernya yang mempengaruhi juga faktor keberuntungan. Misalnya faktor pembagian dosen pembimbing, faktor tidak mengulang mata kuliah, faktor tempat penelitian, faktor responden penelitian, dan yang lainnya.

Jadi itu guys tips dari Kak Verlina untuk bisa lulus cepat dengan sistem sks yang paketan. Ingin tau cerita Kak Verlina yang lain? Bisa kunjungi blog Kak Verlina ya guys di

http://verlintan.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *