Alumni Punya Cerita: SIDIK SADONO, S.KM

Jan 11, 2019 0 Comments in News by

2. Sidik Sadono, S.KM

Cerita kali ini berasal dari kakak alumni FKM angkatan 2002 yang juga merupakan alumni OSH 2005 yaitu Kak Sidik Sadono. Kak Sidik Sadono atau yang lebih akrab dipanggil Kak Sidik, lahir di Boyolali, 19 September 1984. Kak Sidik sudah mempunyai banyak sekali pengalaman di dunia kerja. Saat ini Kak Sidik bekerja di Pertamina Hulu Sanga Sanga sebagai Emergency Response and Preparedness Superintendent. Meskipun pada awalnya Kak Sidik tidak langsung bekerja disana. Kak Sidik lulus tahun 2006 dan sebelum wisuda, Kak Sidik sudah mulai bekerja di PT Techpack Asia, Karangawen Demak sebagai HSE Officer, wow keren ya guys!

Kemudian pada tahun 2007, Kak Sidik pindah ke Duri, Riau di Perusahaan Drilling and Workover Rig yaitu di PT Saripari Pertiwi Abadi, Mitra Kerja dari Chevron Pasific Indonesia. Pada tahun pertama saat bekerja di PT Saripari Pertiwi ini, Kak Sidik bekerja sebagai HSE Officer dan pada tahun kedua di promosikan menajdi HSE Supervisor dimana saat itu membawahi kira-kira 32 HSE. Kak Sidik juga menjelaskan secara general pekerjaan disana, seperti melakukan Risk Assessment, memberikan training, melakukan inspeksi dan lain sebagainya. Kemudian pada tahun 2008, Kak Sidik pindah ke Vico Indonesia sebagai Safety Engineer. Pekerjaan utama disana adalah menyiapkan, mengupdate corporate procedure, membuat weekly dan monthly report, analysis safe and unsafe behaviour, melakukakan risk assessment untuk major project baru (pemasangan fasilitas atau equipment baru), dan ikut serta dalam team Hazop, Investigator.

Pada tahun 2012, Kak Sidik assign sebagai Drilling and Work Over Safety Assurance, dimana fungsi utamanya adalah melakukan pengawasan pelaksanaan procedure HSE di operasi Drilling Dan Workover, melakukan inspeksi dan juga melakukan Audit. Pada 2014, Kak Sidik menjadi Safety Section Head dimana saat itu membawahi 8 Safety Engineer. Disana Kak Sidik bekerja sebagai Section Head, dan juga mendapatkan pekerjaan tambahan mengenai Budgeting. Pada tahun 2015, Kak Sidik di transfer ke Operation Division sebagai Emergency Response and Well Integrity Superintendent. Disini Kak Sidik membawahi lebih dari 60 subordinates termasuk team Oil Spill Combat and Fire Fighter dan juga team Well Integrity yang tugas utamanya adalah melakukan dan memastikan sumberdaya tanggap darurat siap dan cukup apabila ada situasi darurat. Termasuk juga melakukan Adequacy Assessment Fire Protection System, Oil Spill Response Equipment dan melakukan maintenance terhadap peralatan tersebut. Dari sisi Well Integrity selalu memastikan kondisi sumur gas dan minyak masih sesuai dengan standard dan juga melakukan inspeksi ke semua sumur minyak dan gas di Vico Indonesia.

Namun pada tahun 2017 organisasi berubah, kemudian kembali ke HSE Division dan menjadi Emergency Preparedness and Response. Fungsi Well Integrity pun juga di kembalikan ke Operation dan diganti dengan fungsi Emergency Preparedness dimana tanggung jawabnya antara lain menyiapkan segala prosedure mengenai Emergency Response (emergency management plan, Crisis Management Plan, Business Continuity Plan, Oil Spill Contingency Plan, dan sebagainya). Hal ini juga berhubungan dengan Perusahaan Migas lain dan regulator misalnya SKK Migas dan Dirjen Migas.

Pada tahun 2017-2018, Tim Kak Sidik sempat ditunjuk sebagai Koordinator PTMP (Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan) Area VI Kalimantan – Sulawesi. Pada Agustus 2018, kontrak kerjasama VICO Indonesia dengan Republik Indonesia  telah berakhir dan Pertamina Hulu Sanga Sanga ditunjuk sebagai penggantinya. Maka dari itu sampai saat ini, Kak Sidik bekerja di Pertamina Hulu Sanga Sanga. Berbagai training pun juga didapatkan oleh Kak Sidik selama bekerja. Diantaranya adalah NEBOSH Oil and Gas Operational Safety, Pengawas Utama K3 Migas dan OHSAS Lead Auditor dari IRCA.

Pengalaman seperti ini tidak mudah untuk di dapatkan oleh Kak Sidik. Halangan dan rintangan pasti ada. Namun Kak Sidik tidak pantang menyerah dalam menjalaninya dan selalu semangat. Tidak dipungkiri juga, di dunia kerja nanti, kita akan banyak menemukan berbagai macam orang dengan watak mereka masing-masing. Hubungan yang baik pun harus dijalani entah itu untuk atasan maupun bawahan. Lebih banyak memahami satu sama lain dan mendengar adalah kuncinya. Lebih respect, memperlakukan semua orang dengan cara yang sama dan tidak membeda-bedakan.

“Equal, No offense, nothing personal, No personal interest, Be Genuine”. Imbuh Kak Sidik.

Kendala dan perbedaan pendapat pun pernah Kak Sidik alami. Kunci mengatasi itu adalah kita harus lebih banyak mendengar dan mengerti kemudian baru mengeluarkan pendapat yang disertai data atau berdasarkan referensi agar nantinya tidak terjadi selisih paham. Kak Sidik ingat kata-kata seseorang bernama Wayne Betts, “No body’s knew everything”. Jadi tidak ada orang yang tahu akan segalanya. Bertanya dan minta bantuan teman jika memang ada sesuatu hal yang kurang paham. Dan tips dari Kak Sidik untuk menghadapi dunia kerja nanti adalah selalu belajar, open minded dan yang terakhir adalah disiplin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *