Alumni Punya Cerita: M. FADRI AL BAIHAQI, S.KM., M.H

Dec 29, 2017 0 Comments in News by

kompres

OSH FORUM sebagai wadah bagi mahasiswa K3 FKM UNDIP telah melahirkan banyak alumni hebat yang berjaya di dunia kerja dengan segudang pengalamannya. Alumni punya cerita sendiri merupakan suatu bentuk penghargaan kami untuk para alumni yang telah berkarier di dunia K3 untuk berbagi pengalamannya selama berkarier di dunia K3.

Fadri Al Baihaqi atau yang biasa disapa Abe merupakan salah satu alumni dari OSH FORUM FKM UNDIP angkatan 2009 yang saat ini menjabat sebagai HSE Section Head di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Cirebon. Selain bekerja di Japfa, Kak Abe juga merupakan dosen tamu pada beberapa perguruan tinggi, seperti Akper Dharma Husada Cirebon, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, STIKes Cirebon, STIKes Indramayu dan STIKes Kuningan. Selain dosen tamu, Kak Abe juga aktif mengisi kegiatan training HSE seperti tentang PROPER, HIRADC dan JSA di STIKes Indramayu, pembicara pada acara Semnas PHASE FKM UNDIP dan pembicara pada acara training PROPER di FKM UNDIP. Kak Abe juga merupakan Ketua Ikatan Alumni K3 FKM UNDIP yang terpilih dalam rapat alumni peminatan K3 pada tahun 2017 di Grand Indonesia, Jakarta.

Sudah sejak tahun 2010 Kak Abe bekerja di Japfa. Selama 6 tahun kak Abe menempati posisi Safety Officer dan pada awal tahun 2017 ini telah dipromosikan menjadi HSE Section Head. Selama bekerja di Japfa, banyak prestasi yang telah dicapai, diantaranya:

  1. Japfa Cirebon mendapat penghargaan perusahaan peduli K3 tingkat Kota Cirebon
  2. Japfa Cirebon meraih penghargaan Zero Accident dari Kementerian Ketenagakerjaan
  3. Japfa Cirebon mendapatkan PROPER peringkat biru nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selama 3 tahun  berturut-turut

Prestasi tersebut dicapai dengan menerapkan berbagai program di perusahaan, diantaranya melakukan set up ulang sistem HSE serta perlahan meyakinkan pekerja untuk senantiasa mendukung tercapainya aspek HSE secara optimal melalui kegiatan meeting, sosialisasi, campaign, dan lain-lain.

Namun semua capaian itu tidak dengan mudah didapatkan, banyak kendala yang dialaminya. Kendala yang paling utama adalah waktu. Butuh waktu yang lama untuk mewujudkannya, baik untuk mengubah paradigma maupun untuk menumbuhkan budaya K3 pada perusahaan. Selain waktu, kendala lain yang dihadapi adalah kendala dengan atasan dimana menghadapi atasan yang keras dan memiliki pandangan yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi Kak Abe. Semua tantangan ini pada akhirnya dapat dihadapi oleh Kak Abe dengan melakukan advokasi kepada atasan hingga mendapatkan dukungan. Cara agar berhasil melakukan advokasi dan mendapatkan dukungan dari pemimpin perusahaan yaitu dengan menerapkan komunikasi efektif terhadap pemimpin perusahaan. Setiap advokasi yang dilakukan selalu disertai dengan data dan acuan, karena dengan pimpinan akan lebih berbicara mengenai sistem, prosedur dan dana. Serta pendekatan persuasif kepada pekerja agar terbuka pemikiran dan kesadarannya akan pentingnya K3 sehingga  tercapailah budaya K3 yang baik di perusahaan. Menurut Kak Abe, pengalaman berorganisasi di kampus sangat bermanfaat pada saat terjun di dunia kerja.

Selama 7 tahun bekerja di Japfa, pengalaman unik yang dialami Kak Abe adalah saat melakukan upaya pengendalian kecelakaan dengan “memanfaatkan” kecelakaan yang pernah terjadi di Japfa sebagai materi publik yang dituangkan dalam sosialisasi, safety briefing dan penyuluhan kepada pekerja. Meskipun sempat mendapat respon negatif dari manajemen melalui caranya tersebut, namun pada akhirnya Kak Abe dapat menurunkan angka kecelakaan kerja dengan hasilnya yaitu pada tahun 2014 Japfa menerima penghargaan Zero Accident dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Pesan dari Kak Abe untuk teman – teman OSH FORUM FKM UNDIP adalah agar selalu menekankan bahwa K3 itu bukan hanya sekedar pemenuhan persyaratan perundangan, tetapi K3 adalah prinsip yang fundamental.

“MENGINGATKAN SETIAP ORANG UNTUK SENANTIASA MENJAGA KESELAMATAN DAN KESEHATANNYA ITU ADALAH IBADAH”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *