Alumni Punya Cerita: LIYANDI NORMALITA, S.KM

Dec 14, 2018 0 Comments in News by

1. Liyandi Normalita, S.KM

Liyandi Normalita atau yang lebih akrab di panggil Kak Liyandi ini lahir di Tegal, Jawa Tengah. Kak Liyandi merupakan alumni FKM UNDIP 2007 dan merupakan anggota OSH Forum 2010. Saat ini Kak Liyandi bekerja di PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk di Jakarta sebagai Koordinator K3L dan saat ini sedang bertugas di proyek MRT Jakarta Contract Package 103. Kak Liyandi sudah bekerja sejak Desember 2011 sampai saat ini. Tidak dipungkiri, pengalaman bekerja selama 7 tahun pasti banyak melewati lika-liku. Kendala dan semacamnya pasti selalu ada. Apalagi seorang wanita yang bekerja di area konstruksi merupakan tantangan tersendiri bagi Kak Liyandi.

Kak Liyandi menjelaskan jobdesc sebagai koordinator K3L adalah mulai dari menyiapkan dan menyusun HSE Plan diawal proyek yang mengacu atau berdasarkan kebutuhan pemenuhan sistem perusahaan seperti SMK3, ISO 45001 dan ISO 14001 dan pada saat proyek sedang berjalan memastikan apa yang ada di dalam rencana dapat terlaksana atau tidak. Tidak hanya itu, evaluasi pun juga dilakukan atas apa yang sudah dilaksanakan dengan harapan agar lebih baik kedepannya. Saat menyusun HSE Plan mencakup dari menyusun kebijakan termasuk target performance, membuat sasaran, identifikasi bahaya (HIRADC), membuat program untuk pengendalian bahaya, untuk improvement program sampai rencana tanggap darurat dan juga program harian sampai dengan pelaporannya.

Banyak yang sudah didapatkan selama Kak Liyandi bekerja. Mulai dari training AK3 Konstruksi dari Kemenakertrans dan KemenPURP, Investigasi Kecelakaan, Emergency Preparedness, dan Supervisi Scaffolder. Training Refresing ISO OHSAS juga dilakukan tiap tahun jika ada pembaruan. Kak Liyandi juga pernah beberapa kali diminta untuk memberikan pembekalan dan bimbingan buka kelas untuk safety officer baru. Kak Liyandi juga merupakan tim auditor internal perusahaan sehingga pernah diminta untuk membantu mengaudit beberapa proyek. Tidak hanya training-training tersebut yang didapatkan, Kak Liyandi juga berkesempatan untuk bekerjasama dengan orang-orang hebat karena proyek yang dijalaninya sekarang terlibat dalam proyek internasional. Tidak mudah untuk bekerjasama dengan orang asing. Dari bahasa yang sudah berbeda dan tentunya juga budaya, kita harus saling dapat mempercayai satu sama lain dan menjalin hubungan yang baik juga. Open minded yang kita perlukan dan menjaga ego masing-masing.

Tidak mudah untuk Kak Liyandi mencapai semua itu. Membutuhkan proses yang panjang,  kerja keras dan tentu semangat yang tidak boleh padam. Kak Liyandi berpesan bahwa dunia kerja akan sangat berbeda dengan kuliah. Yang terpenting adalah menjaga attitude dan tidak sombong. Karena sebagus apapun nilai akademik jika attitude yang ada pada dalam diri sendiri jelek ya tetap akan kalah. Setinggi apapun jabatan kita, tetap kita diharuskan belajar dari nol saat mulai masuk ke dunia kerja dan terbuka kepada siapapun untuk belajar. Menjaga attitude pun juga harus dilakukan saat kita berhubungan dengan atasan nanti. Kita harus bisa membedakan hubungan disaat jam kerja dan diluar jam kerja. Akan ada banyak sekali tipe atasan nantinya. Ada yang memang bersikap seperti teman sebaya, ada yang bossy, dan juga ada yang otoriter. Sebisa mungkin kita tetap dapat mengimbangi dan bersikap profesionalitas. Kak Liyandi juga berpendapat, untuk mendapatkan pengalaman kerja yang maksimal, jangan terlalu sering untuk berpindah dari tempat kerja satu ke tempat kerja lainnya. Belajar dan gali ilmu sebanyak-banyaknya di satu perusahaan terlebih dahulu.

Minimal 2 tahun baru bisa benar-benar pengalaman kerjanya bisa diperhitungkan”, tutur Kak Liyandi

Pengalaman kerja yang didapat akan kurang ketika kita bekerja hanya beberapa bulan dan kemudian pindah ke tempat kerja lain. Minimal 2 tahun untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan apalagi di dunia kerja konstruksi. Mental adalah nomor satu untuk bekerja di sektor ini. karena di konstruksi tidak bisa kaku 100% dengan sistem. Jangan terlalu tinggi ekspektasi kita tentang implementasi K3L yang sempurna di dunia konstruksi. Karena jelas berbeda dengan pertambangan atau manufaktur. Kita juga harus fleksibel di dunia kerja nanti. Bukan berarti K3 langsung diabaikan begitu saja, tetapi lebih melihat common practicenya. Mencari jalan tengah yang terbaik dan progress juga diutamakan. Diawal saat baru pertama kali bekerja didunia konstruksi, Kak Liyadi merasa berat dan kaget. Namun Kak Liyandi tidak menyerah begitu saja. Support teman-temanlah yang membuat kak Liyandi selalu semangat dan menikmati dunia konstruksi. Menurut Kak Liyandi, dunia konstruksi juga tidak monoton. Setiap proyek ada jangkanya. Biasanya 1 tahun selesai dan kemudian pindah ke proyek baru dan akan berbeda tim, berbeda tantangan sehingga tidak membuat bosan.

“NIKMATI WARNA WARNI DUNIA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *