Alumni Punya Cerita: GUSTINA, S.KM., M.Sc

Jan 26, 2018 0 Comments in News, Uncategorized by

263370

Gustina atau yang biasa disapa “Buchu” lahir pada tanggal 16 Agustus 1989 di Muara Teweh, Kalimantan Tengah (Borneo), merupakan salah satu alumni dari OSH FORUM FKM UNDIP angkatan 2010. Saat ini menjabat sebagai HSE Assessment & Competency Specialist, di PT. Berau Coal, Sinarmas Mining sejak bulan November 2017, setelah menyelesaikan pendidikan S2 di University of Birmingham, UK (2016 – 2017) pada bulan September 2017 dan mendapat gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Occupational Safety, Health and Environment. Selama menjalankan pendidikan S2, kak Buchu juga pernah mendirikan sebuah komunitas bernama HSE Society – University of Birmingham dan menjadi presiden dalam komunitas tersebut. Sebelum bekerja di PT. Berau Coal, kak Buchu sempat bekerja di PT. Chevron Pacific Indonesia sebagai HSE Specialist sejak September 2012 – September 2015 dan sebagai HSE Engineer sejak Oktober 2015 – Maret 2016.

Pengalaman unik selama bekerja yang pernah dialami adalah ketika Ka Buchu mendengar penilaian para pekerja di lapangan bahwa sosok seseorang dengan profesi HSE atau yang biasa mendapat julukan “Orang Safety”  itu terlihat sangat menyeramkan bahkan dianggap seperti seorang polisi yang siap menangkap dan mencari kesalahan seseorang. Dengan adanya pehamanan dan penilaian tersebut, kak Buchu bertekad untuk merubah paradigma yang tertanam pada para pekerja, bahwa sesungguhnya “Orang Safety” itu tidak menyeramkan dan sesungguhnya hadir untuk membawa perbaikan-perbaikan. Suatu hari kak Buchu mengadakan sebuah program penilaian kompetensi pengawas tim kerja di lapangan menggunakan metode Online Assessment. Bayangan terburuk yang ada dalam pikiran kak Buchu saat itu adalah ketika para pekerja akan kabur saat tes akan dilakukan, namun siapa sangka para pekerja amat sangat antusias bahkan pekerja yang bukan menjadi sasaranpun memberi diri untuk terlibat dalam tes tersebut. Modal utama dalam hal ini adalah membangun relasi dan komunikasi yang baik.

Sebagai seorang praktisi K3, tentunya hasil kerja yang memuaskan adalah jika mampu berkontribusi dalam mengurangi angka kecelakaan, menjadikan tempat kerja yang aman dan nyaman, menjadikan pekerja-pekerja sadar akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja serta memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik terhadap dunia K3. Cara mencapai hasil-hasil tersebut tentunya dengan membuat program-program perbaikan. Salah satu program perbaikan yang pernah di lakukan kak Buchu adalah membentuk team HSE Committee yang terdiri dari HSE member berbagai macam kontraktor (sekitar 50 perusahaan kontraktor), semua perwakilan HSE member dari perusahaan-perusahaan tersebut diwajibkan hadir dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang telah disepakati. Kegiatan-kegiatannya adalah bekerja sama melakukan monthly visit bersama secara bergantian ke setiap project yang sedang dilakukan oleh masing-masing kontraktor, anggota HSE Committee memberikan rekomendasi perbaikan, saling berbagi informasi terkait program inovasi terkait keselamatan diperusahaan masing-masing, melakukan laporan bulanan terkait HSE performance dan melaporkan hasil dari pelaksanaan program keselamatan dihadapan semua rekan-rekan HSE member perusahaan lainnya dengan harapan agar setiap kontraktor bisa saling menginspirasi dan semakin terpacu menjadi lebih baik. Serta masih banyak kegiatan lainnya yang dilakukan. Award pun akan diberikan kepada perusahaan dengan HSE performance terbaik. Kegiata-kegiatan seperti ini sangat membantu sekali untuk membawa perubahan dan perbaikan di tempat kerja masing-masing, dan ini terlihat dari hasil audit dan juga beberapa inspeksi di lapangan bahwa temuan-temuan yang dianggap significant sudah mampu diminimalisir.

Setelah memiliki pengalaman kerja selama hampir 4 tahun sejak tahun 2012 sampai hari ini, kak Buchu mendapatkan beberapa sertifikasi, prestasi dan penghargaan diantaranya :

  • Sertifikasi Nasional:
  1. Ahli K3 Migas – Level Pengawas
  2. Training of Trainer – BNSP
  • Sertifikasi Internal Perusahaan:
  1. Trainer: Incident and Injury Free Orientation & IIF in Action for Supervisor, Permit to Work Standard, QSOP standard, Electrical Safe Work Practice, Excavation, Confined Space Entry, Hot Work, Lifting Rigging, Hazard Analysis Procedure, Work Team Leader.
  2. Facilitator: Root Cause Analysis– Incident Investigation .
  3. Loss of Containment Specialist.
  4. CHESM- Contractor HES Management.
  5. Functional Reviewer and Risk Assessment untuk Management of Change
  • Prestasi pekerjaan yang telah dicapai : 1st Received Exceptional Job Performance
  • Penghargaan yang telah di raih diantaranya :

Teladan Award :

  1. Field Competency Verification – Coach, Pilot Project. PT Chevron Pacific Indonesia
  2. Lean Sigma Project – Pipe Support Extension. PT Chevron Pacific Indonesia
  3. KC2 Facilitator, a competition. PT Chevron Pacific Indonesia

Terimakasih Award :

  1. Global OE focus Campaign (Bulan K3 Nasional) as C PT Chevron Pacific Indonesia
  2. Safety campaign as speaker. PT Chevron Pacific Indonesia
  3. Contribution in HES Family Day. PT Chevron Pacific Indonesia
  4. Contribution in SLN White Space (Forum). PT Chevron Pacific Indonesia

Setelah melewati berbagai proses dan usaha dalam mendapatkan capaian-capain tersebut, kak Buchu menyimpulkan bahwa dunia kerja merupakan sebuah wadah untuk mewujudkan ide, gagasan dan impian yang membawa perubahan-perubahan kepada kemajuan. Barang siapa yang sulit melahirkan ide dan gagasan, maka dunia kerja bukan tempat yang tepat bagi orang tersebut. Pada saat melakukan sebuah pekerjaan, kendala itu pasti ada. Hal yang paling sering ditemukan adalah perbedaan pendapat dan sulit diterimanya ide atau inisiatif program (terkait safety misalnya) oleh beberapa pekerja lainnya. Cara mengatasinya adalah dengan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, jelas dan tepat sasaran serta pastikan ide atau gagasan yang kita sampaikan tujuannya jelas dan manfaatnya apa. Kalaupun ada yang berbeda pendapat, tidak perlu kecewa atau merasa seperti di “tantang” (dalam konotasi negative), berbesar hatilah menerima perbedaan pendapat tersebut, dan catatlah perbedaan pendapat tersebut sebagai masukan untuk ide atau gagasan yg kita telah kita ajukan. Karena pendapat dan masukan orang lainlah yg membuat pekerjaan kita menjadi semakin lebih baik.  Saat terjun ke dunia kerja, milikilah prinsip hidup yang benar dan karakter yang kuat, agar tetap menjadi diri sendiri, tentunya pribadi diri yang baik. Sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang buruk di lingkungan kerja.

Safety itu bukan semata-mata sebuah pencapaian, safety itu kebutuhan. Safety itu bukan sebuah culture yang susah payah harus dibangun, safety itu mestinya sebuah gaya hidup yang perlu dipertahankan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *