Alumni Punya Cerita: AZMI FAIQ, S.KM

May 17, 2019 0 Comments in News by

APC

Halo teman-teman, Alumni Punya Cerita kembali lagi nih. Kali ini cerita APC berasal dari kakak OSH 2012 dan juga Angkatan FKM 2009 yang lahir di Jepara, 7 April 1991. Siapakah dia? Beliau adalah Kak Azmi Faiq atau yang lebih akrab dipanggil Kak Azmi. Sekarang Kak Azmi bekerja di PT Central Java Power (Sumitomo Corporation) dengan posisi sebagai HSE Senior Staff. Kak Azmi menjelaskan bahwa Cental Java Power adalah sebagai Asset Owner PLTU Tanjung Jati B. Pembangkit listrik tersebut terletak di Kabupaten Jepara, dengan memiliki kapasitas produksi listrik sebesar 4×660 MW dan memberikan kontribusi sekitar 10% kebutuhan listrik pada jaringan Jawa – Madura – Bali.

Ruang lingkup pekerjaan HSE PT Central Java Power adalah melakukan supervisi implementasi HSE di PLTU Tanjung Jati B yang dilaksanakan oleh perusahaan Asset Management yaitu PLN TJB dan perusahaan Asset Operator yaitu TJBPS untuk Unit 1&2 dan KPJB untuk Unit 3&4. Tugas supervisi implementasi HSE yaitu memastikan terhadap pemenuhan standar terkait regulasi pemerintah, persyaratan stakeholder, management system, operasional, maupun lainnya. Target utama implementasinya adalah compliance.

Sebelum bekerja di PT Central Java Power, Kak Azmi sudah bekerja di Star Energy sebagai SOH Database Officer dengan status 3rd party contract employee selama hampir 2 tahun. Star Energy adalah perusahaan dengan lini bisnis migas dan geothermal, Kak Azmi dulu bekerja di corporate office Jakarta. Kak Azmi juga menjelaskan bagaimana tugas SOH Database Officer, yaitu untuk support implementasi safety management system. Salah satu scope of work-nya yaitu monitoring administratif requirement pekerja/kontraktor yang akan berangkat ke offshore site. Requirement tersebut dikemas dalam bentuk SHE Passport, yang didalamnya terdapat MCU clearance, safety induction record, personnel competency validity, dll. Scope of work yang lain meliputi manhours monitoring, monitoring kebutuhan PPE, support emergency preparedness, dll.

Untuk menjaga agar standar ataupun regulasi dapat terpenuhi, Kak Azmi menjelaskan dalam penerapannya ada yang disebut dengan surveillance. Gunanya surveillance ini adalah untuk mengetahui adakah gap antara standar dan penerapannya. Sepatutnya dalam implementasi, ada kalanya ditemukan gap berupa temuan. Kemudian dari temuan tersebut tindak lanjutnya yaitu corrective action. Jika dalam management system, surveillance yang sering kita dengar barangkali dalam bentuk audit. Begitupun yang lainnya, ada juga inspeksi, monitoring, dan lain sebagainya. Jadi pada intinya selalu ada evaluasi berkala dan continous improvement.

Kak Azmi bercerita, pengalaman yang menurut beliau menarik adalah ketika pembelajaran yang beliau dapatkan dari perusahaan satu ke perusasahaan lainnya bertambah secara bertahap. Saat magang, pembelajaran yang di dapat Kak Azmi spesifik di industrial hygiene. Industrial hygiene sendiri meliputi manajemen bahaya kimia, fisika, ergonomi, dan lain sebagainya. Lalu waktu pertama kerja di Jakarta, Kak Azmi mendapat pembelajaran tambahan di aspek safety karena lingkup pekerjaannya pada safety and occupational health. Untuk sekarang, scope of work-nya lebih komprehensif karena ada tambahan aspek environment juga. Dari pengalaman tersebut Kak Azmi mendapat pengalaman yang berharga, karena bisa mengetahui bigger picture penerapan HSE sehingga bisa melihat penerapannya secara lebih luas. Pengalaman yang banyak memang diperlukan untuk menunjang pekerjaan. Dengan pengalaman yang banyak, ilmu yang kita dapatkan pun otomatis akan bertambah. Namun yang terpenting adalah kita semua harus mau untuk terus belajar, belajar dan belajar.

Kak Azmi bercerita tentang beberapa pencapaian PLTU Tanjung Jati B di bidang HSE. Bidang K3 diantaranya ada K3 Award Kemnaker untuk kategori Zero Accident, P2-HIV/AIDS, dan SMK3. Untuk bidang lingkungan ada IGA Award untuk teknologi Flue Gas Desulphurization, IGA Award untuk restorasi terumbu karang dengan Artificial Patch Reef (APR), dan 6 kali PROPER Hijau 2013-2018. Mendapatkan PROPER Hijau 6 kali merupakan hal yang tidak mudah, Kak Azmi bercerita kalau setiap periode memiliki tantangannya tersendiri. Hal yang harus dilakukan untuk mempertahankan hal tersebut tentunya yang pertama selalu memastikan regulation compliance agar PROPER Biru dapat terpenuhi dan paralel mengelola program pengelolaan lingkungan beyond compliance untuk mempertahankan PROPER Hijau.

Beberapa training yang sudah didapatkan oleh Kak Azmi diantaranya ada Ahli K3 Kebakaran Level B Kemnaker, IRCA certified ISO 14001:2015 Lead Auditor, AK3 Umum Madya BNSP, K3 Supervisor Pembangkitan, B3 Waste Management, 3R Domestic Waste Management, Safety Leadership, dll. Keren gak guys!!!

Tidak dipungkiri juga dalam dunia kerja nanti pasti akan ada atasan dan bawahan. Kak Azmi memberikan tips bagaimana cara kita membangun hubungan baik kepada keduanya. Yang terpenting adalah kita bisa menempatkan situasi. Dalam kaitan pekerjaan kita menempatkan diri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita. Begitu pun dengan komunikasi. Komunikasi secara profesional, seperti koordinasi maupun instruksi tentu harus sesuai dengan porsi tugas dan tanggung jawab tersebut. Kalau diluar pekerjaan, lakukan komunikasi informal seperti pada umumnya. Pastinya kita bisa membedakan situasi saat harus formal ataupun informal. Kita juga harus bisa luwes dan tidak kaku dalam membedakan kedua situasi tersebut.

Kak Azmi juga memberikan tips untuk kita nanti menghadapi dunia kerja, yaitu:

Pertama, Mindset positif. Dalam berkarir, akan banyak sekali tantangan. Terus lakukan improvement dan jaga semangat untuk terus belajar.

Kedua, Persistence. Jadilah seorang yang gigih dalam menjalani proses. Menjaga konsistensi dengan niat, fokus, dan antusias.

Ketiga, Spiritual. Jangan terlalu gelisah dalam menjalani proses karena segala sesuatu itu berjalan atas ketetapan Allah, dan ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Tugas kita adalah ikhtiar dan tawakal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *